PKPUBOJONEGORO & PKPU SURABAYA PEDULI KORBAN BANJIR BOJONEGORO

image

Bojonegoro, sejak tanggal 18/02/2013, air dari sungai bengawan Solo mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Disamping curah hujan yang terus mengguyur kabupaten Bandung Bojonegoro, hal ini menambah debit air di sungai tersebut, sehingga BPNPB Kab. Bojonegoro menyatakan siaga III, Hal ini berarti sudah ada beberapa kecamatan yang sudah tergenang air lebih dari biasanya. Hal ini terbukti dengan sudah ada warga yang mengunsi, baik di balai desa, tanggul, lapangan atau bahkan di kota, warga di kelurahan ledok mengunsi di gedung serba guna.
Hal ini mendorong PKPUBOJONEGORO untuk ikut peduli dengan melakukan aksi kemanusiaan. Hal riil yang bisa dilakukan saat itu adalah dengan memberikan nasi bungkus /kotak.
PKPUBOJONEGORO bekerjasama dengan PKPU SURABAYA.. memberikan bantuan di desa Kabalan, Piyak, Kecamatan Kanor yang mengalami banjir cukup parah. Untuk kecamatan Balen,  desa Poh Bogo, Kabunan, dan beberapa desa lainnya kita berikan sembako yakni mie instan.
Meskipun aksi ini cukup sederhana, respon masyarakat sangat baik… Alhamdulillah.
Demikian Aksi PKPUBOJONEGORO….. mudah2 an kepedulian ini bisa kita jaga… bermanfaat untuk masyarakat.

image

BNPB BERI PENGHARGAAN PKPU

BNPB Beri Penghargaan kepada PKPU
Oleh:
Kamis, 7 Februari 2013, 07:40 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan
penghargaan kepada Pos Keadilan Peduli Ummat
(PKPU) karena telah berjasa mendukung pemerintah
dalam tugas penanggulangan bencana di Indonesia.
Penghargaan diberikan dalam acara Rapat Koordinasi
Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana di Hall
Birawa-Bidakara, Jakarta, 4 – 6 Februari 2013. Rakornas
yang mengangkat tema “Tumbuh, Utuh, Tangguh”
dihadiri oleh 33 Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) provinsi dan 366 BPBD tingkat kabupaten/kota.
Penghargaan juga diberikan kepada 11 lembaga lain yang
dianggap berjasa membantu pemerintah dalam tugas
penanggulangan bencana. Penghargaan ini diberikan
secara langsung oleh kepala BNPB Dr. Syamsul Maarif,
MSi kepada Direktur Pendayagunaan PKPU Rully Barlian
Thamrin.
Mengawali rangkaian pra pembukaan rakornas, Kepala
BNPB, Dr. Syamsul Maarif, M.Si menekankan “jangan
lengah” menghadapi ancaman bencana di tahun 2013. Di
samping itu, Kepala BNPB juga menegaskan bahwa
ancaman bencana akan terus meningkat, khususnya
bencana hidrometorologi. Hal tersebut dilihat dari 85%
bencana adalah bencana hidrometerologi, seperti puting
beliung, banjir, dan longsor sepanjang tahun 2012.
Sementara itu, perlu diwaspadai bahwa masih ada energi
yang tersandera dan berpotensi gempa dan tsunami.
“Semua peserta rakornas harus selalu bekerja dan bekerja
keras. Kerja keras tersebut harus dilakukan dengan penuh
tanggung jawab, dan tugas mulia ini demi kemanusiaan
dan membantu masyarakat yang terdampak bencana”
ujar Syamsul.
Begitupun Direktur Pendayagunaan PKPU, Rully Barlian
Thamrin mengatakan bahwa penghargaan yang diterima
oleh PKPU menjadi cambuk motivasi bagi lembaga untuk
selalu meningkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam
hal penanggulangan bencana. “ Penghargaan ini akan
mendorong kami untuk selalu berbuat yang terbaik di
bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” tutur
Rully.
PKPU sebagai lembaga kemanusiaan nasional telah
berdiri sejak 1999 dan telah terjun ke berbagai kancah
kemanusiaan di Indonesia maupun Internasional.
Dalam upaya penanggulangan bencana, PKPU memiliki
departemen sendiri yaitu Disaster Risk Management
(DRM) yang memiliki unit reaksi cepat dalam merespon
bencana. Departemen DRM dalam aktivitasnya juga
didukung oleh departemen lain yang mendukung
program-program penanggulangan bencana selama masa
tanggap darurat sampai pascabencana. [rok]
Sumber: www. inilah. com

Para Guru Ikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah dan Kantin Sehat di Sekolah

BOJONEGORO – Dua puluh guru perwakilan dari dua puluh SD maupun MI se-Kecamatan Dander, Ngasem, Kalitidu, dan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, telah mengikuti pelatihan pengelolaan sampah dan kantin sehat yang terselenggara atas kerja sama Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) dan Mobil Cepu Limited (MCL) di Aula Hotel Grand Djoglo Kalitidu pada hari Selasa, 25 September 2012.

Para peserta sibuk berlatih salah satu cara pengelolaan sampah anorganik.

Para peserta sibuk berlatih salah satu cara pengelolaan sampah anorganik.


Pelatihan ini diberikan kepada masyarakat sekolah agar terbentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Hal ini diharapkan dapat terimplementasi dan menjadi kebiasaan oleh generasi muda sehingga di kemudian hari mereka dapat dengan sadar menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. Program ini juga mendukung program dari Dinas Kesehatan (Dinkes) serta memperluas cakupan promosi kesehatan Dinkes yang belum dapat mencakup Kecamatan Ngasem dan Kalitidu.
Materi tentang pengelolaan sampah akan diisi oleh Moh. Soleh, S.T. yang sekarang menjabat sebagai Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bojonegoro dan praktek salah satu teknik pengolahan sampah akan diisi oleh tim dari PKPU Surabaya, sedangkan materi model kantin sehat akan diisi langsung oleh dr. Rina Juwita yang juga merupakan project officer program dari PKPU.
M. Soleh saat menyampaikan materi kepada para peserta pelatihan.

M. Soleh saat menyampaikan materi kepada para peserta pelatihan.


dr. Rina J. (kiri) menyerahkan hadiah kepada salah satu peserta pelatihan.

dr. Rina J. (kiri) menyerahkan hadiah kepada salah satu peserta pelatihan.


Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan Promosi Kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah yang meliputi delapan hal, yaitu: mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, memberantas jentik nyamuk, membuang sampah pada tempatnya, olahraga yang teratur, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan dan mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah.
Rangkaian program Promosi Kesehatan tentang PHBS di sekolah ini sudah dimulai sejak bulan Juni 2012 dan akan ditutup dengan berbagai macam lomba bertema PHBS yang diikuti keduapuluh sekolah pada bulan Januari 2013 nanti. Selain pelatihan seputar PHBS untuk guru, juga dilaksanakan pelatihan PHBS dan penyuluhan ke sekolah bagi murid. Dari rangkaian kegiatan ini diharapkan akan terbentuk dua duta PHBS dari masing-masing sekolah. Kedua orang duta PHBS tersebut adalah perwakilan murid dari masing-masing sekolah yang mengikuti pelatihan PHBS. (kar)
Salah satu peserta menyampaikan gagasannya tentang kantin sekolah.

Salah satu peserta menyampaikan gagasannya tentang kantin sekolah.

CP : Driarso (081235234412\ 085745920700), koordinator PKPU Bojonegoro
Kartika (082334977491\ 085730023175), penanggung jawab program PHBS

Siswa SD Ikuti Penyuluhan PHBS di Sekolah


BOJONEGORO – Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilakukan di 20 sekolah di Kecamatan Dander, Ngasem, Kalitidu, dan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bekerja sama dengan Mobil Cepu Limited (MCL) ini merupakan rangkaian kampanye PHBS di sekolah yang sudah dilakukan sejak bulan Juli 2012 yang diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 di masing-masing sekolah.
Kegiatan penyuluhan PHBS ini diberikan kepada siswa agar terbentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Hal senada disampaikan oleh Moh. Soleh, S.T. yang sekarang menjabat sebagai Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bojonegoro, bahwa Dinkes (Dinas Kesehatan) sekarang juga memiliki strategi baru dalam mengubah perilaku masyarakat, yakni penyuluhan yang biasanya diberikan langsung kepada masyarakat desa, kini diubah melalui masyarakat sekolah khususnya siswa. Beliau juga menambahkan bahwa strategi ini secara tidak langsung atau melalui anak akhirnya dapat merubah perilaku orang tua, sehingga dirasa lebih efektif.


Penyuluhan ini dilaksanakan dua kali di masing-masing sekolah. Siswa terlihat antusias dengan penyampaian materi yang dikemas dan dikreasikan dalam berbagai cara, mulai dari permainan dalam kelompok kecil dan besar, belajar menyanyikan lagu PHBS dan berbagai media yang digunakan untuk menunjang penyuluhan. Selain pemberian materi PHBS, siswa juga diberi sanitasi kit berupa sikat dan pasta gigi, sabun, sampo, dan handuk. Setelah rangkaian kampanye PHBS di sekolah ini selesai, bulan Januari 2013 nanti, kedua puluh sekolah tersebut akan mengikuti berbagai lomba PHBS.

(kar,hak-ed.)